Nyaman

[Nyaman?]


Percayalah, sebuah kenyamanan tidak langsung bisa dirasakan saat kali pertama mencoba sesuatu. Seenak apapun sebuah makanan menurut pendapat orang, namun jika baru pertama kali mencoba akan sulit diterima oleh indra pengecap kita yang belum terbiasa. Seindah apapun sebuah tempat tidak bisa menjadi tolak ukur sebuah kenyamanan. Kadang kasur lapuk yang ada di rumah lebih nyaman daripada spring bad empuk di hotel bintang 7 sekalipun. Sepatu sekolah yang alasnya hampir jebol masih tetap menjadi kesayangan karena lebih nyaman daripada sepatu model terbaru dengan warna mentereng. Spons bedak yang sudah tidak berbentuk dan meminta untuk dipensiunkan terasa lebih nyaman digunakan daripada spons baru. Semua akan terkesan dingin dan kaku diawal. Begitupula pertemanan yang ingin dijalin.
Akan ada proses penyesuaian, akan ada proses adaptasi. Seiring dengan berjalannya waktu, yang jaim akan segera hilang, yang malu akan segera tahu bahwa itu tidak perlu. Yang membenci akan segera sadar bahwa ia hanya buang-buang waktu.

💎Jangan merasa sendirian karena kamu tidak akan pernah benar-benar sendiri. Namun jika rasa itu sudah terlanjur ada, yakinlah bahwa bukan hanya kamu sendiri yang merasakannya, namun mereka juga. Bahkan mereka yang diam-diam membicarakanmu dibelakang adalah orang yang paling kesepian, mereka butuh kamu sebagai bahan untuk diperbincangkan dengan teman sepermainannya karena mereka selalu kehabisan bahan, dan kamulah orang paling bersinar yang mampu mereka temukan. Maka kamulah sosok yang menguatkan pertemanan mereka selama ini, tidakkah kamu sadari hal itu? Saat ini mereka hanya belum mengenalmu dan belum mengenal diri mereka sendiri. Tugasmu membantu mereka. Segera gandeng tangan yang lain, mari saling tersenyum dan saling menghangatkan. Kuatkan jiwa jiwa kesepian dengan sebuah pelukan.



Komentar

Postingan Populer