Sebalnya Puan diJalanan
Sebalnya Puan diJalanan
Sejujurnya, dijalanan, ada banyak hal yang tak aku suka, tapi aku dipaksa menikmatinya.
Contohnya ketika sedang asik-asik berkendara sambil fokus menikmati cuaca. Tiba-tiba tanpa aba-aba 'satu-dua' ada letupan peluru cair dari pengendara asing. Maksudnya ini apa? kalau ingin menciumku tapi tak sampai, salah bila seperti itu caranya, bukan?
Kalau ingin menegegurku karena ku lalai, bukannya bisa dengan cara yang lebih permai. Apalagi kulihat ia sosok mahasiswa, yang 'seharusnya' dipenuhi etika. Tapi nyatanya mana?
Tanpa prolog, tanpa dialog. langsung turun aksi tanpa ngajak diskusi. Terus ngefeknya apa? Output yang diharapkan apa? Kasian enzim ptialin yang sangat berguna itu dibuang2 percuma untuk sosok sepertiku. Jadi pengen kuganti rugi dengan jumlah lebih besar😘
Belum lagi saat ruang tamu pindah ke jalanan. Pengendara dengan kecepatan sedang melaju berdampingan sampai pelaminan. Eh gagitu deng!
Ulangi!
Pengendara dengan kecepatan sedang melaju berdampingan sampai ujung jalan kenangan. Kenangannya ini bermacam-macam, bisa di hotel serba putih, atau hotel bawah tanah yang serba gelap. Hayooo pilih yang mana?
Gasadar dibelakang ada yang buru-buru, ruang tamu portable itu menyuguhiku dengan obrolan yang kelewat keras.
"woooeyyy pieee mauuu uwiiis taaaaa??" "oooopoooooo"
"mau uwis taaaa????"
"Haaaaaaaaahhhhhh?! Omong opooo Cak!"
Kenapa ga sekalian bawa rokok dan kopi lalu disruput diatas motor sambil ongkang-ongkang kaki layaknya dikedai kopi? Rasanya akan lebih totalitas kan.
Siapa tau bisa dapat rekor muri😘
Selanjutnya yang hobi nge-klakson tiap pergantian lampu merah ke lampu ijo. Cara mengingatkan ga harus seperti itu kan. Bikin emosi aja. Semua punya mata, semua punya bel. Tapi gaperlu gitu kalo pengen bikin orang ngegas. Sabar dikit, semua butuh proses. Kasih kesempatan napas dulu untuk puan yang suka ngaca di spion dan kelewat sepersekian detik menyadari pergantian warna lampu ini.
Asli deh. Cuman sepersekian detik dan udah pada heboh aja.
Setiap hari,
Berkali-kali.
Oke sekian. Segeralah bertaubat duhai kalian.



Komentar
Posting Komentar