Pilmapres
GAGASAN KREATIF
APLIKASI ‘CORAMA’ (COVID-19 RAMAH)
SEBAGAI APLIKASI ANJURAN DI ERA NEW NORMAL
Disusun untuk :
Memenuhi Syarat Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Program Sarjana tahun 2021

Disusun oleh:
PUTRI AYU SALSABILA
NIM : 19.12.2.149.029
PROGRAM STUDI NERS
FAKULTAS KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
INSTITUT ILMU KESEHATAN NAHDLATUL ULAMA TUBAN
2021
HALAMAN PENGESAHAN
GAGASAN KREATIF
APLIKASI ‘CORAMA’ (COVID-19 RAMAH)
SEBAGAI APLIKASI ANJURAN DI ERA NEW NORMAL
PUTRI AYU SALSABILA
NIM : 19.12.2.149.029
Gagasan Kreatif ini telah disetujui oleh Rektor IIKNU Tuban
pada tanggal 29 Juni 2021
Tuban, 29 Juni 2021
Menyetujui,
Rektor
IIK NU Tuban
Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE
NIP. 19710412 199703 1 004
Mengajukan,
Mahasiswi IIK NU Tuban
Putri Ayu Salsabila
NIM. 19.12.2.149.029
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa kami panjatkan. Berkat rahmat serta karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan Gagasan Kreatif dengan judul “Aplikasi CORAMA (Covid-19 Ramah) Sebagai Aplikasi Anjuran Di Masa New Normal” Oleh sebab itu, pada kesempat ini kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Rektor Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
2. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
3. Orang tua yang telah memberikan dukungan serta motivasi untuk menyelesaikan makalah ini.
4. Teman-teman serta semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu persatu.
Gagasan kreatif ini disusun agar dapat memberikan manfaat bagi kami dan pembaca. Namun demikian, kami menyadari masih banyak kekurangan di dalam penyusunan gagasan kreartif ini. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari pembaca maupun pembimbing sangat kami harapkan.
Tuban, 29 Juni 2021
Putri Ayu Salsabila
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 3
DAFTAR ISI 4
LINGKUP PEMBAHASAN 5
RUMUSAN TARGET PEMBANGUNAN 8
ANALISIS UNTUK MEMILIH CARA PENCAPAIAN TARGET 10
PENJABARAN RENCANA KERJA 12
PENJABARAN INFORMASI TAMBAHAN 14
VISUALISASI GAGASAN 16
DAFTAR PUSTAKA 17
LINGKUP PEMBAHASAN
Wabah penyakit Covid-19 saat ini telah mengguncang masyarakat hampir seluruh di belahan dunia, hingga hampir 200 Negara di Dunia terjangkit oleh virus ini termasuk Indonesia. Berbagai upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 pun dilakukan oleh pemerintah di negara-negara di dunia guna memutus rantai penyebaran virus Covid-19 ini, yang disebut dengan istilah lockdown dan physical distancing (Supriatna, 2020). Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO China Country Office melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui etiologinya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Pada tanggal 7 Januari 2020, China mengidentifikasi kasus tersebut sebagai jenis baru coronavirus. Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO menetapkan kejadian tersebut sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia (KKMMD)/ Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) dan pada tanggal 11 Maret 2020, WHO sudah menetapkan covid-19 sebagai pandemi (Kemenkes, 2020).
Peningkatan jumlah kasus Covid-19 dialami oleh seluruh Negara di dunia. Indonesia menempati peringkat 18 dunia dan nomor 1 di ASEAN per Januari 2021 dengan jumlah kasus lebih dari 1,1 juta jiwa. Provinsi Jawa Timur pernah menjadi barometer penyebaran Covid-19 di Indonesia dengan jumlah peningkatan tertinggi dalam satu waktu. Beberapa kabupaten dan kota di Jawa Timur menjadi sorotan nasional. Salah satu daerah tersebut adalah Kabupaten Tuban dengan jumlah kasus 2.840 jiwa lebih dan pernah menduduki peringkat 1 peningkatan kasus tertinggi di Jawa Timur. Pemerintah Kabupaten Tuban telah berupaya optimal dalam mencegah penyebaran Covid-19, namun kendala utama adalah tingkat pemahaman masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan. Masyarakat Kabupaten Tuban memiliki tingkat pemahaman yang bervariatif dalam menanggapi protokol kesehatan Covid-19. Hal itu menyebabkan penyebaran kasus Covid-19 masih terus berkembang sampai dengan saat ini. Sampai dengan tanggal 27 Juni 2021, 10 besar kecamatan dengan jumlah kasus Covid-19 di kabupaten Tuban antara lain Kecamatan Tuban 946 kasus, Semanding 532 kasus, Palang 325 kasus, Jenu 252 kasus, Plumpang 226 kasus, Jatirogo 199 kasus, Merakurak 166 kasus, Bancar 159 kasus, Tambakboyo 157 kasus dan Kerek 145 kasus. (covid19.tubankab.go.id).
Masyarakat Kabupaten Tuban perlu mendapatkan perhatian khusus terkait dengan pemahaman terhadap Covid-19. Pasalnya, kasus positif terus bertambah dari hari ke hari dan ditambah dengan mutasi virus Covid-19 varian delta yang terbaru dan memiliki potensi penularan yang lebih tinggi, situasinya kini kian memprihatinkan. Perlu ada inovasi baru untuk mensosialisasikan bahaya Covid-19. Sesuai dengan SDGS (Sustainable Development Goals) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan utamanya tujuan nomor 3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-Being) dalam rangka peningkatan kualitas hidup manusia, hal tersebut menjadi dasar dari perumusan gagasan kreatif Aplikasi ‘CORAMA’ (COVID-19 RAMAH) ini dibentuk.
Alasan pengambilan nama ‘CORAMA’ ialah agar memberikan energi baru bagi sosialisasi percepatan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Tuban. Agar Covid-19 tidak hanya di ceramahkan lalu tidak dihiraukan, melainkan sudah waktunya untuk di ‘CORAMA’ kan agar selalu diingat dan menjadi pegangan di era new normal. ‘CORAMA’ atau Covid-19 ramah adalah branding yang saya bentuk agar menciptakan ketenangan namun juga tetap memelihara kewaspadaan. Kita tidak boleh sedikitpun lengah apalagi menyerah, bersama dengan ‘CORAMA’ Covid-19 akan menjadi ramah kepada kita dan tidak lagi memakan nyawa.
Sosialisasi secara massive dan pendekatan yang responsibility-humanity kepada masyarakat perlu untuk ditingkatkan dalam mencegah penularan kasus Covid-19. Melalui Pilmapres ini saya mengangkat gagasan kreatif berupa pembuatan aplikasi ‘CORAMA’ yang diharapkan dapat meningkatkan masyarakat khususnya kaum muda dalam mengenal, dan memahami akan pentingnya penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang juga ramah lingkungan. Karena akibat pembiaran akan berakibat juga pada lingkungan. Salah satu contohnya adalah munculnya problematika sampah masker medis sekali pakai yang kian meresahkan. Aplikasi ini dengan beragam fiturnya akan menjadi reminder dalam penerapan protocol kesehatan sehari-hari seperti mengingatkan pemakaian masker dijam-jam tertentu yang sudah disesuaikan oleh pengguna secara pribadi, selanjutnya menjadi tempat untuk tracking emosi, karena tak jarang selama masa pandemi ini kondisi emosional kita mengalami fluktuasi yang berpengaruh juga pada daya imun, stress yang berkepanjangan juga dapat mempengaruhi Kesehatan fisik, hal tersebut tentu tidak bisa diremehkan sehingga emosi tersebut perlu di tracking sebagai bahan evaluasi. Dilengkapi dengan GPS yang merekam data lokasi (apabila diizinkan) sehingga memudahkan dalam mapping dan tracking data persebaran covid-19.
Aplikasi ini juga dilengkapi fitur yang memberi referensi dan rekomendasi untuk membeli kebutuhan sehari-hari dengan link pemesanan yang memudahkan pengguna, memberi panduan bagaimana pengelolaan sampah medis yang tepat, memberi update sebaran pasien Covid-19 di Kabupaten Tuban, memberi update sejauh mana tingkat partisipasi masyarakat kabupaten Tuban dengan program vaksinasi, menangkal berbagai macam hoax lokal, nasional, maupun internasional terkait Covid-19 dengan artikel dan video yang sudah terkonfirmasi kebenarannya, dan menjadi wadah penghubung bagi masyarakat untuk berkonsultasi dengan tenaga medis.
Untuk itu kerjasama dengan stakeholder daerah perlu dilakukan dalam upaya meningkatkan tingkat pemahaman masyarakat yang tinggal di Kabupaten Tuban. Sehingga harapannya aplikasi ini dapat terwujud dan menjadi aplikasi yang di anjurkan untuk di instal seluruh masyarakat kabupaten Tuban, hingga akhirnya bersamaan dengan vaksinasi yang terus berjalan dapat menekan angka terkonfirmasi positif Covid-19 dan dapat tercipta “Kabupaten Hijau Covid-19” sebagai Kabupaten percontohan sehingga memungkinkan terjadinya efek bola salju ke daerah-daerah lain yang tentunya dapat dilakukan melalui partisipasi masyarakat dan kerjasama yang baik dengan stakeholder.
RUMUSAN TARGET PEMBANGUNAN
1. SPECIFIC : Aplikasi ‘CORAMA’ difokuskan untuk percepatan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Tuban
2. MEASURABLE : Jumlah upaya sosialisasi percepatan pencegahan Covid-19 di Kabupaten Tuban lewat aplikasi ‘CORAMA’ dapat diukur dengan melihat pengguna dari aplikasi tersebut dan rating aplikasi di playstore dan kesuksesannya dapat dilihat dari menurunnya angka terkonfirmasi positif Covid-19
3. ACCEPTABLE : Aplikasi ‘CORAMA’ mudah digunakan oleh masyarakat dan dapat diterima karena fiturnya sangat membantu mempermudah dan mengefektifkan sosialisasi yang kini sulit dilaksanakan secara langsung
4. REALISTIC : Dukungan terhadap terbentuknya aplikasi “CORAMA’ ini sangat baik termasuk dari Instansi (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama’ Tuban) dan dari pemerintah kabupaten Tuban sendiri, dengan Bupati yang tergolong masih cukup muda dan berjiwa milenial, beliau sangat mendukung inovasi yang berbau teknologi seperti ini, sehingga pembuatan aplikasi ‘CORAMA’ sangat realistis untuk di wujudkan dan menjadi aplikasi anjuran serta andalan Kabupaten Tuban.
5. TIME-BOUND : Aplikasi ‘CORAMA’ akan diwujudkan sesuai timeline dan akan sangat bermanfaat selama Pandemi maupun setelahnya. Karena inilah kehidupan baru yang harus kita jalani bersama. Data akan di update setiap hari sehingga bisa menjadi aplikasi yang diandalkan untuk memantau perihal Covid-19.
ANALISIS UNTUK MEMILIH CARA PENCAPAIAN TARGET
Sebuah target bersama untuk mengentaskan virus Covid-19 khususnya di kabupaten Tuban telah dilakukan dengan berbagai cara, namun cara-cara tersebut belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Penerapan protokol kesehatan masih cukup lemah. Sosialisasi secara langsung yang selama ini dilakukan oleh puskesmas dan dinas terkait serta beberapa elemen mahasiswa maupun masyarakat dinilai belum efektif untuk menekan angka persebaran Covid-19.
Ada kesulitan tersendiri jika sosialisasi secara langsung tersebut diterapkan, teledor sedikit saja tentunya akan berdampak buruk yakni adanya lonjakan kasus positif Covid-19. Hal tersebut bisa saja diminimalisir dengan pengerahan tim penjagaan yang ketat seperti polisi, namun dapat dipastikan akan menambah besarnya biaya. Sementara jika memakai alternatif lain yakni sosialisasi via aplikasi, keuntungannya dapat dipastikan lebih besar daripada sosialisasi secara langsung. Dan efek baik yang diharapkan akan dapat naik secara signifikan dikarenakan dewasa ini masyarakat lebih akrab dengan teknologi.
Kementrian komunikasi dan Informatika menyatakan, penggunaan internet di Indonesia sangat tinggi. Hal itu didorong oleh tarif internet yang murah, Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika dibandingkan pada Januari 2020 lalu. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Hal tersebut dimuat dalam laporan terbaru yang dirilis oleh layanan manajemen konten HootSuite, dan agensi pemasaran media sosial We Are Social dalam laporan bertajuk "Digital 2021". Tak ayal, telepon genggam juga tampil menjadi perangkat favorit pengguna internet untuk mengakses internet. Tercatat ada 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia yang mengakses di internet melalu ponsel genggamnya. Dan aplikasi ‘CORAMA’ sangat menjawab kondisi tersebut. Sosialisasi yang dilakukan lewat aplikasi ‘CORAMA’ di telfon genggam akan lebih menyasar dan dilirik. Selain itu sangat sejalan dengan prinsip ekonomi yang mengarahkan kepada tindakan untuk dapat mencapai keefektifan serta keefisienan yang tinggi dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil yang sebesar-besarnya.
Aplikasi ‘CORAMA’ dapat meminimalisir biaya pelaksanaan kegiatan seperti untuk biaya transportasi, akomodasi, penginapan, dan lainnya. Kegiatan dengan memanfaatkkan teknologi seperti lewat aplikasi ini diyakini akan sangat membantu pemerintah daerah Kabupaten Tuban pada khususnya dan membantu NKRI pada umumnya. Dikarenakan apabila gagasan kreatif berupa aplikasi ‘CORAMA’ ini dipergunakan dengan baik dengan beragam fitur-fiturnya yang telah disebutkan diatas, bukan tidak mungkin Kabupaten Tuban dapat terbebas dari virus Covid-19, dapat menjadi daerah percontohan, sehingga aplikasi ini turut di adopsi oleh deerah-daerah lain di Indonesia agar memperoleh hasil serupa.
PENJABARAN RENCANA KERJA
a. Tahap utama usaha pencapaian target
1. Membuat Kerjasama dengan instansi terkait
2. Membuat aplikasi
3. Mensosialisasikan aplikasi
b. Rinci tiap Langkah utama kedalam Langkah kerja
1. Membuat kerjasama dengan instansi terkait, yakni pemerintah daerah kabupaten Tuban sebagai langkah awal yang nantinya dapat membantu untuk mengenalkan aplikasi yang akan berdampingan dengan masyarakat dan harapannya akan menjadi aplikasi anjuran pemerintah di kondisi pandemi seperti saat ini. Langkah yang dilakukan adalah dengan cara membuat janji kemudian mendatangi pihak yang bersangkutan di kantor pemerintah daerah Kabupaten Tuban guna mendapatkan perizinan dan dukungan pembuatan aplikasi ‘CORAMA’.
Selanjutnya bekerja sama dengan RS, apotek dan supermarket sebagai media partner yang nantinya akan masuk kedalam salah satu fitur di aplikasi.
2. Bekerja sama dengan IT terbaik di kabupaten Tuban untuk membantu tahapan paling penting perealisasian gagasan kreatif yakni pembuatan aplikasi dengan fitur-fitur yang dibutuhkan.
3. Tahapan terakhir adalah sosialisasi, yang dilakukan dengan menggandeng kepala desa dan para influencer di Kabupaten Tuban agar tahapan sosialisasi jadi lebih maksimal.
c. Perkiraan waktu/jadwal kerja
No Kegiatan Tempat Tujuan Waktu Estimasi
1. Koordinasi awal Kantor Perda Perizinan Bulan Juli 1 Minggu
Menyesuaikan Pencarian RS, Supermarket dan Apotek sebagai Media Partner Bulan Juli 2 Minggu
Kantor IT Pencarian IT terbaik di Tuban sebagai Media Partner Bulan Juli 1 Minggu
2. Fiksasi Kerjasama Menyesuaikan Meresmikan Kerjasama Bulan Agustus 1 Minggu
3. Pembuatan Aplikasi Kantor IT Melaksanakan proses pembuatan aplikasi Bulan Agustus 1 Bulan
4. Prosesi Sosialisasi Di masing-masing desa lewat kepala desa dan lewat media social oleh para influencer Mempromosikan aplikasi di masyarakat Kabupaten Tuban dengan menggandeng kepala desa dan beberapa influencer Bulan September-November 3 Bulan
5. Monitoring dan evaluasi Menyesuaikan Melihat seberapa efektivitas aplikasi dan melakukan upgrading bila diperlukan Monitoring : kondisional
Evaluasi : Bulan Desember Selama aplikasi digunakan. Proses evaluasi pada awal Bulan Desember, selanjutnya menyesuaikan
PENJABARAN INFORMASI TAMBAHAN
a. Struktur Organisasi Pelaksana Gagasan
Susunan Panitia Inti / Tim Corama Project
Penasehat : Rektor IIK NU Tuban
Dr. H. Miftahul Munir, SKM., M.Kes., DIE
Penanggungjawab : Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan
Tri Yunita Fitria Damayanti, S.Tr.Keb
Ketua Corama Project : Putri Ayu Salsabila
BPH dan Koor : Muhammad Jihan Romadhon (Koor. Pengembangan)
Indri April Setiana (Koor. Branding)
Mei Silviana (Koor. Humas)
Ahmad Achwan Nugraha (Koor. IT)
Sayoga Dwi Prangga Pranata (Sekertaris)
Angga Yunanda (Bendahara)
b. Jumlah, sumber, dan cara mengumpulkan dana yang dibutuhkan
Jumlah :
Pembuatan Aplikasi : Rp. 3.000.000,00
Transport : Rp. 300.000,00
Konsumsi : Rp. 300.000,00
Pembayaran Influencer : Rp. 500.000,00
Administrasi : Rp. 100.000,00
Total : Rp. 4.200.000,00
Sumber : Sponsor, pihak kampus (Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban), dan media partner
Cara Mengumpulkan Dana : Lewat pengajuan proposal dan danusan
c. Mitra penting
Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Tuban
Kepala Desa di Kabupaten Tuban
Rektor Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama Tuban
Tim IT Kabupaten Tuban
Influencer terkait
Dan media partner lainnya
VISUALISASI GAGASAN
DAFTAR PUSTAKA
Sumber: https://mediaindonesia.com/humaniora/389057/kemenkominfo-89-penduduk-indonesia-gunakan-smartphone (diakses pada
https://tekno.kompas.com/read/2021/02/23/16100057/jumlah-pengguna-internet-indonesia-2021-tembus-202-juta.
COVID19.tubankab.go.id
Jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id
https://www.ilmu-ekonomi-id.com/2015/11/prinsip-ekonomi.html
Susilo dkk. (2020).”Corona Virus Disease 2019 : Tinjauan Literatur Terkini” 2(1), 40-50


Komentar
Posting Komentar