Puisi : Hingga Puas!
HINGGA
PUAS
Disebuah
dapur rumah yang hangat dengan cat berwarna merah jambu
Seekor
semut kecil tertatih, sendirian, dalam tatapan malam
Yang
terdengar hanya derai air hujan, sekelibat petir menyambar dari kejauhan dan
suara dentingan sendok saat ku mengaduk seduhan bubuk kunyit beradu dengan madu
hitam.
Tenang
dalam riuh
Riuh
dalam keheningan dan kesungguhan
Kulihat
ia berjalan membawa remahan singkong-keju-goreng,
Begitu
empuk, kekuningan dan merekah sempurna
Namun
itu delapan kali berat tubuhnya!
Tubuhnya
yang tak seberapa itu, nampak seperti member pemula, yang mengunjungi gym
hitungan jari saja lalu berharap menang lomba binaraga. Tentu kau berpikir,
untuk misinya itu terlalu memaksa.
"Harusnya
semut itu menyerah saja ya? Tidak tahu diri memang, apa dia mengganggumu? mau
aku singkirkan untukmu?" Kata malam padaku perhatian.
Aku
menggeleng dan tersenyum simpul
Rahasia
kecil yang ingin kuberitahu padamu, lantaran semut itu telah berbisik kepadaku,
bahwa lelahnya tak kunjung usai, makanannya tak tahu mau dibawa kemana,
pikirannya melalang buana, yang ia yakini sekarang bahwa tetap berjalan akan
membawanya menemukan semut lain yang sama tertariknya membawa
singkong-keju-goreng itu untuk dinikmati bersama dirumah, atau paling tidak,
berhasil membawa dirinya sendiri kesebuah tempat yang mungkin lebih baik dari
hari ini.
Sehingga
turut kurayakan sepinya, kubiarkan dirinya menikmati rasa sakit perjuangan itu,
tak terganggu.
Hingga
Puas!
1
Maret 2023
Rumah
Pink


Komentar
Posting Komentar