Puisi : Resah dan Risih
RESAH
DAN RISIH
Puisi
membaca kata dalam gabak
Menanam
gemuruh dijantung kota
Seseorang
telah berhenti berjalan
Sebab
hujan akan turun lebih deras
Berita
terus bersinar, kecuali pada pendengaran seorang perempuan yang telah lama
lumpuh
Akan
ketakutan-ketakutan,
Mengapa
mesti kita cari teduh yang tak pernah kita pedulikan,
Suara
deru hujan menikam, sakit, dingin, gigil, atau demam, agar kita dapat rasakan;
Bagaimana
menjadi hujan yang tak pernah dihiraukan
Menjadi
air dalam genangan kisah lain
Menjadi
rintik pada kelopak bunga matahari
Menjadi
sekat yang tak pernah tumbuh tanya mengapa
Disini
hujan, disana asing?
28
Desember 2022


Komentar
Posting Komentar