Surat Kehilangan
Aku ingin memelukmu sekali saja malam ini, bolehkah?
Apa kabarmu disana? Semoga kamu baik dan bahagia.
Kudengar kamu sudah bersama perempuan lain sekarang. Apakah masih ada aku disana?
Ah, tidak....bukan maksudku ingin meminta kembali tempat dihatimu, namun aku hanya bertanya asal saja. Memastikan bahwa perasaanmu penuh padanya. Itulah yang kuharapkan.
Aku bohong jika aku bertanya siapa dia, karena sebetulnya aku sudah pernah memantau media sosialnya yang tidak sengaja kudapatkan saat mengunjungi anak kita, anak yang sudah kau tinggalkan. Iya, benar, kau ingin bilang itu seperti aku yang meninggalkan mu, bukan? Kuakui iya. Namun ingin kukatakan, perempuan mu cantik betul, dan sepertinya dia mudah bergaul dengan teman-teman seprofesimu. Bukankah kalian satu profesi? Sesama pengagum kopi.
Kamu sudah berapa lama mengenalnya? Apa sesingkat perkenalan dan pertumbuhan cinta kita? Mmmm.... Jika iya, maka tak apa, asal kamu bahagia.
Aku harap tidak ada yang membuatmu sakit, aku harap bahagiamu tidak sulit. Aku sangat berharap anak kita bisa tumbuh besar dan membanggakan, namun manakala ia benar2 telah hilang, maka anak barumu dengan siapapun itu, semoga gemilang. Kutunggu kabar baik darimu, selalu, Sepasangku.
Malam-malam yang tidak bisa tidur
Gresik, 2024


Komentar
Posting Komentar